Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

legenda putri duyung

legenda putri duyung
Legenda Duyung, Makhluk Setengah Manusia Setengah IkanSelama ribuan tahun duyung telah menjadi legenda. Dipercaya sebagai perwujudan makhluk setengah ikan setengah manusia.
Dari belahan bumi barat hingga timur, utara dan selatan. Kisah-kisah duyung mewarnai khazanah mitologi dan misteri dari lautan.
Berdasarkan legenda duyung adalah makhluk air yang setengah tubuhnya manusia dan setengah lagi ikan. Bagian pinggang ke atas biasanya berbentuk tubuh perempuan cantik dan pinggang ke bawah tertutup sisik seperti ekor ikan besar.


Cerita tentang putri duyung pertama kali ditemukan di Assyria. Cerita itu berkisah tentang Dewi Atargatis, Ibu dari ratu Assyria, Semiramis. Dewi Atargatis jatuh hati pada seorang gembala, yang kemudian terbunuh olehnya. Karena malu, ia menceburkan diri ke danau untuk mengubah diri menjadi ikan. Namun, air tidak bisa mengubah dirinya sepenuhnya karena ia masih memiliki kekuatan sebagai seorang Dewi. Akhirnya, hanya separuh tubuhnya yang menjadi ikan.

Legenda Yunani yang terkenal menceritakan bahwa putri duyung adalah Thessalonike, adik Alexander Agung yang berubah menjadi duyung setelah meninggal. Dia hidup setelah mati sebagai putri duyung di laut Aegea, dan selalu menanyakan nasib kakaknya.
Dia hanya menanyakan satu hal bila ada pelaut melintas.

Dia selalu bertanya:
Ζει ο βασιλιάς Αλέξανδρος? (Zi o basiliás Aléxandros?)
(Apakah Alexander Agung masih hidup?).


Jika dia bertanya demikian, jawaban yang tepat adalah:
Ζει και βασιλεύει (Zi kē basileúi)
(Dia masih hidup dan masih memerintah).

Bila tidak menjawab seperti demikian, maka ia berangsur-angsur berubah menjadi Gorgon dan mencelakai pelaut yang sedang melintas.
Kisah mengenai putri duyung kini sudah universal, mendunia, dan bukan milik suatu daerah atau negara saja. Banyak orang dari berbagai negara menciptakan karakter putri duyung masa kini atau masa lalu sesuai dengan imajinasinya.

Beberapa makhluk legendaris yang karakternya mirip putri duyung juga ditemukan di beberapa negara, seperti: Mami Wata dari Afrika barat dan tengah; Russalki (Rusalka) dari Rusia dan Ukraina; Merrow dari Irlandia dan Skotlandia; Oceanid, Nereid, dan Naiad dari Yunani, ketiganya adalah Nymph air. Dalam dongeng dan cerita rakyat Eropa, ada makhluk yang wujudnya menyerupai putri duyung disebut Melusine, berwujud wanita dari kepala sampai pinggang, sedangkan berwujud ikan dari pinggang ke bawah, dengan dua ekor yang bercabang atau kadang-kadang seperti ular. Menurut cerita rakyat Jepang, jika manusia memakan daging putri duyung, maka akan memperoleh keabadian. Dalam beberapa cerita rakyat di Eropa, puteri duyung dapat mengabulkan permohonan.

Mitologi kuno lain (Yunani dan Romawi) juga menyebut bahwa duyung adalah makhluk yang menyertai dewa-dewa laut semacam Poseidon, Neptune dan Triton.
Duyung-duyung ini umumnya berupa makhluk bertubuh perempuan dengan paras cantik jelita, berdada montok, bercahaya, namun dari pinggang ke bawahnya seperti ekor ikan.
Duyung pertama kali muncul dalam mitologi di Assyria (1000 SM). Atargatis, ibu dari ratu Assyria, Semiramis, adalah dewi yang mencintai seorang gembala namun kemudian ia membunuhnya karena cintanya ditolak.
Merasa malu ia melompat ke dalam danau dan berubah menjadi ikan.
Dalam transformasi menebus malu ia berubah menjadi duyung.

Lalu pada masa 500 SM, kisah duyung terdengar lagi dari seorang filsuf dari Ionia (wilayah Yunani) bernama Anaximander.
Ia berpendapat bahwa manusia berasal dari satu spesies hewan air.
Teori ini kemudian disebut sebagai evolusi hewan air ke manusia. Pendapatnya ini di-anggap sebagai pembenaran bahwa duyung adalah hewan air yang sedang berevolusi menjadi manusia.
Begitu populernya duyung ini, sehingga tercantum dalam perkamen dan naskah-naskah tua.
Bahwa dalam catatan Alexander the Great, sang penguasa Macedonia, (356-323 SM) kisah duyung juga terselip di sana.


Saudara perempuan Alexander bernama Thessalonike disebutkan berubah menjadi duyung setelah kematiannya.Legenda dan kisah duyung ini tersebar ke mana-mana. Dikisahkan oleh para pelaut dan penjelajah samudera.
Umumnya duyung digambarkan sebagai perempuan cantik berekor ikan, berambut panjang, bersuara merdu, suka berjemur di karang dan tepi pantai.
Namun tak ada bukti pasti mengenai eksistensinya. Kecuali pertinggal dalam bentuk sketsa kuno dan tergambar di mata uang kaum Corinthian (Yunani).

Namun ada sebuah buku bertahun 1718 yang terbit di Amsterdam Belanda, yang mengupas soal kehidupan aneka satwa di Samudera Hindia.
Buku ini dilengkapi artikel deskripsi, aneka sketsa dan gambar. Dalam buku ini ada satu catatan detail soal duyung:“Ada monster berwujud wanita setengah ikan, tertangkap di perairan Amboyna (gugus kepulauan Maluku, Indonesia).

Berdasarkan pengukuran memiliki tubuh sepanjang 59 inci (147,5 cm), bentuknya mirip belut laut (moa). Makhluk ini hanya bertahan hidup selama 103 jam (4,5 hari) setelah ditangkap, dan mati di akuarium.
Selama pengurungan diberi makan ikan-ikan kecil dan hasil laut lainnya, namun ia tidak merespons makanan tersebut.”Agaknya duyung memang masih misteri.

Dipercaya ada, namun bukti yang terlihat sampai kini tak pernah pasti soal wujud duyung yang ada legenda. Para ahli bahkan menyimpulkan bahwa kemungkinan duyung itu adalah mamalia air yang dikenal sebagai dugong, manatee dan sea cow (Sapi laut), yang disalahtafsir oleh pelaut masa lalu.Dongeng Duyung yang TersohorWalau sempat ditakuti oleh banyak pelaut, ternyata kisah soal duyung justru menarik pula bagi anak-anak.

Satu dongeng tentang duyung yang terkenal adalah buah karya pendongeng dunia Hans Christian Andersen.Karya Andersen yang berjudul “The Little Mermaid (1836)” menjadi satu dongeng paling populer soal duyung dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.


Bahkan kisah ini sudah difilmkan dalam versi kartun dengan judul yang sama oleh Walt Disne, namun dengan sedikit pengubahan di bagian akhirnya.Versi asli Andersen, mengadaptasi kisah yang menjadi patron tentang duyung yang selalu berakhir dengan kesengsaraan. Berkisah soal duyung yang terobsesi dengan kehidupan di darat dan tertarik pada seorang pangeran.
Untuk bisa berubah menjadi manusia ia harus rela kehilangan suaranya (bisu). Namun setelah menjadi manusia, sang pangeran tak membalas cintanya karena ia bisu. Akhirnya sang duyung tak bisa menikmati hidup dan berputus asa.


Untuk mengenang dongeng Hans Christian Andersen yang tersohor ini, patung Little Mermaid dibangun di pelabuhan di Copenhagen, Denmark. Patung itu menjadi icon kota pelabuhan itu.

legenda hantu-hantu dari filiphina

8 ASWANG


aswang mungkin adalah Monster yang paling umum Filipina. Secara umum, mereka berbentuk manusia di siang hari dan kemudian pada gilirannya malam menjadi anjing, babi, kelelawar, kucing, ular ...
jenis hewan tergantung pada pengetahuan regional. Mereka masuk ke rumah duka dan mencuri mayat-mayat baru-baru. Mereka juga suka masuk rumah untuk minum darah manusia dan bisa membuat orang menjadi aswang dan membuat manusia untuk menggigit mereka kembali. aswang yang lapar sangat suka dengan janin manusia. bahkan banyak yang selalu menjaga atau berpatroli di depan rumah wanita hamil untuk melindunginya dari binatang liar yang berkeliaran (aswang yang menyamar)


7. KAPRE


Kapre adalah raksasa berbulu dengan mata yang bersinar dan suka membakar cerutu. Mereka biasanya dapat ditemukan sedang duduk di atas pohon menunggu malam tiba, untuk menakuti anak-anak nakal yang berada di luar rumahnya larut malam. Kapre adalah rakasa Filipina unik karena ia tidak mencuri janin, makan orang atau memotong mereka. Kapre hanya suka menakut-nakuti anak-anak ... dan menertawakan mereka karena takut. Beberapa cerita mengklaim mereka benar-benar makhluk yang sangat ramah yang dapat memberikan harapan jika Anda menemukan batu ajaib disekitarnya. jika kapre sedang di dekatnya maka pohon-pohon bergoyang ketika tidak ada angin atau Anda melihat asap samar-samar dari atas pohon, mungkin dari .. cerutu Kapre


6. DUWENDE


Duwende adalah makhluk seperti manusia kecil yang hidup di bawah tanah. Ada dua jenis Duwende: 1.duwende putih yang diduga jenis makhluk yang membawa keberuntungan tentang kebaikan, atau 2.Duwende hitam yang berarti bahwa duwende ingin bermain pada manusia. Mereka umumnya hanya berinteraksi dengan manusia ketika rumah mereka terganggu. Sebagai contoh, seorang petani baik yang merawat lahan-nya mungkin dihargai oleh duwende putih dengan kelimpahan yang lebih besar tanaman dari biasanya. Namun, seseorang yang menendang sebuah sarang semut dekat rumah seseorang, mungkin duwende Hitam akan menghukum dengan berbagai penyakit dari bibir sumbing sampai testis membengkak. Cara terbaik untuk menghindari Duwende adalah mengatakan 'tabi-tabi po' keras sebelum memasuki ruangan mereka.


5. TIYANAK


tiyanak ini mirip dengan sirene mitologi Yunani yang memikat mangsanya dengan suaranya. Seseorang mendengar bayi menangis dari jauh di dalam hutan dan kemudian mengikuti suara untuk menyelamatkan bayi. Beberapa cerita mengatakan orang yang mengembara tanpa tujuan dalam pencarian untuk mencari bayi dan akhirnya tersesat. cerita lain mengklaim bahwa orang yang menemukan bayi di tengah hutan, Ketika diangkat, si bayi kemudian Berubah menjadi rakasa besar dan bergigi tajam. Kemudian tiyanak memakan orang itu dan berubah kembali bayi untuk menunggu korban berikutnya.


4. SIGBIN


Menurut daerah dan dongeng. Sigbin itu terbentuk dari kambing yang tidak bertanduk, burung gagak reptile, atau sesuatu yang samar-samar yang mirip dengan chupacabra. Dimana sangat umum dengan semua gambaran bahwa kepalanya menggantung diantara kaki depannya yang lebih pendek dibandingkan dengan kaki belakangnya. Dimana di karenakan fisiologi atau karena untuk membuat sigbin terlihat menakutkan, ia juga terkenal dengan cara berjalan mundur seperti kepiting. Sigbin juga mempunyai ekor yang panjang seperti cambuk yang memancarkan bau busuk dan dua kaki seperti belalang di lehernya yang dapat membuatnya meloncat dengan jarak yang jauh. Mereka keluar pada malam hari untuk mencari anak-anak untuk dilahap tetapi mereka menyimpan hati anak-anak tersebut untuk dijadikan jimat.

Kebanyakan cerita dan penampakan banyak berasal dari daerah Cebu. Bagaimanapun, walau jauh, pada tahun 2005 seorang ilmuan dari Borneo (kalimantan) menemukan seekor “karnivora yang mirip dengan kucing dan rubah ” dengan kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan yang memperlihatkan gaya berjalan yang aneh dan penampilan fisik yang cocok dengan beberapa penjelasan dari sigbin (contoh: ekor yang panjang, kaki depan yang pendek, dapat melompat dengan jarak yang jauh, karnivora). Belum ada bukti yang nyata yang menyatakan hubungan antara binatang tersebut.


3. TIKBALANG


tikbalang itu digambarkan memiliki kepala kuda, tubuh seorang manusia dan kuku seekor kuda yang tumbuh di tempat kaki manusia seharusnya. Di daerah utara, tikbalang dianggap gangguan tetapi umumnya tidak berbahaya. Mereka senang membuat wisatawan bingung dan membuat para wisatawan tersebut membayangkan hal-hal yang tidak nyata. Wisatawan dapat dengan mudah menghentikan olok-olok dengan membalikan kemeja mereka dari dalam ke luar dan meminta tikbalang untuk berhenti mengganggu mereka.

Kisah tikbalang dari daerah selatan yang menggambarkan makhluk tersebut seperti raksasa yang jahat. Dia memiliki mata merah menyala, sebuah cerutu besar dan bau bau rambut terbakar. Ketika marah (dan dia mudah marah), tikbalang akan menginjakmu sampai mati. Untuk menjinakkan binatang itu, seseorang harus mencabut salah satu dari tiga rambut yang sangat panjang ditemukan surainya. Setelah itu, tikbalang akan menjadi budak Anda. Cerita Rakyat menyatakan bahwa ketika matahari bersinar melalui awan ketika sedang hujan, sepasang Tikbalang akan menikah.


2. KUMAKATOK


Di tengah malam, akan terdengar ketukan di pintu dan di luar tiga tokoh berkerudung, salah seorang wanita muda yang cantik dan dua orang laki-laki yang lebih tua. Tidak ada cerita tentang bagaimana kelompok tersebut dibentuk atau di mana mereka berasal tapi cerita tentang mereka telah muncul secara tiba-tiba di seluruh Filipina. Legenda mengatakan bahwa kunjungan dari mereka merupakan pertanda bahwa seseorang di dalam keluarga akan segera mati. Tidak ada gambar-gambar atau jimat yang digantung yang dapat menjauhkan mereka. Membiarkan pintu tidak terjawab juga tidak membantu. Mereka tetap mengetuk dan pergi dan kemudian seseorang tetap akan mati segera setelahnya.


1. MANANANGGAL


The Manananggal kadang-kadang dianggap sebagai keturunan khusus dari aswang. Mereka kadang-kadang disebut sebagai 'Tik-tik' karena suara yang dibuatnya pada saat terbang. Untuk membingungkan korban nya, bunyi tik-tik menjadi redup saat ia mendekat. Makhluk-makhluk ini umumnya berbentuk wanita cantik dengan sayap kelalawar yang berbulu dan kasar. Bagian bawah tubuhnya tetap berada di tanah sedangkan bagian atasnya dilepaskan saat dia terbang untuk mencari makanan. manananggal ini memiliki selera meminum darah manusia dan sangat membutuhkan hati janin manusia dan diambil dengan lidahnya yang panjang, seperti belalai.

Seperti vampir budaya Barat, para manananggals benci bawang putih dan garam, dengan cara menggantung bawang putih atau menempatkan semangkuk garam di dekat jendela adalah cara terbaik untuk menjauhkan mereka. Untuk membunuh manananggal, seseorang harus menemukan tubuh bagian bawah dan menaburkan garam atau abu pada luka terbuka. Yang mencegah kedua bagian tersambung dan berubah kembali ke bentuk manusia saat istirahat siang hari.