Rabu, 19 Oktober 2011

Good Will Hunting

Good Will Hunting


Ceritanya berkisahkan mengenai kehidupan seorang bernama Will Hunting. Dia adalah seorang yang sangat jenius. Hanya saja tak ada orang yang pernah menyadari bakatnya itu di balik sifat pemberontaknya, dan sikapnya yang selalu membuat onar di sana-sini.


Suatu ketika seorang professor dari MIT, Lambeau, menyadari kalau soalnya dipecahkan oleh seorang janitor ia mulai mencari tahu akan Will ini. Kelabakan oleh sikap Will yang pemberontak – ia meminta bantuan dari psikiater sana-sini untuk melakukan terapi pada Will. Setelah beberapa orang gagal, akhirnya ia memohon bantuan pada Sean – rekannya dulu di MIT. Apa sesungguhnya yang menyebabkan Will menjadi seorang anak yang cenderung pemberontak dan menutup diri pada dunia luar ?


Karena masa lalu yang buruk, Will dewasa mudah sekali terpacu emosi (namun bukan brutal), bersama temannya dia memukuli, gerombolan yang baru saja mengganggu seorang wanita. Will semakin kesal ketika tahu bahwa ketua berandalan tsb adalah orang yang sejak kecil suka mengganggunya.

Will ditangkap polisi dan harus mengikuti sidang. Disini kecerdasan Will ditantang. Ternyata bukan sekali itu saja Will melakukan tindakan pemukulan. Dikarenakan argumentasinya yang cerdas, Will selalu bebas. Di tempat lain, dia sempat membuat malu pemuda sok pintar, ketika sahabatnya -Ben Affleck hendak mendekati seorang mahasiswi MIT. Ben yang terpojok, segera mendapat bantuan Will yang sepertinya tahu segala hal itu. Di sana pula ia berkenalan dengan Spy, cewek pintar yang lalu ia cintai.


Banyak sekali adegan-adegan yang menunjukkan betapa pintarnya Will Hunting. Misalnya saja ketika dia harus penghadapi beberapa psikiater yang ditunjuk oleh Prof.Gerald. Prof.gerald yang merasa kepintaran Will akan sangat berjasa bagi dunia, mencoba membujuk Will agar bekerja pada pemerintah. Namun bukan itu yang Will inginkan.

Ia mengerti banyak hal ketika bertemu Robin William, psikiater ke-6 yang direkomendasi Prof.Gerald. Pada awalnya hubungan mereka sudah terlihat menarik. Walau tetap terjadi konflik kecil. Robin berusaha membuat Will agar menumpahkan segala kesedihan masa lalunya. Dan itu sangat sulit sekali. Hingga akhirnya benteng pertahanan Will hancur. Adegan Will menangis dipelukan Robin sangat menyayat hati.


Gus Van Sant yang menjadi produser dari film ini melakukan pekerjaan yang baik dalam mentranslasikan original script milik Matt Damon maupun Ben Affleck. Cerita yang mengalir dengan baik memberi kita kesempatan untuk mengenal setiap karakter secara mendalam. Bahkan karakter Sean yang muncul sesudah setengah jam lebih film tetap diberi ruang untuk mengembangkan diri. Pengambilan sudut gambar yang baik dan teduh menjadikan film ini enak untuk dinikmati. Naskah dan cerita yang baik itu takkan berarti bila tidak ditunjang dengan akting yang kuat. Hal ini untungnya berhasil dipenuhi oleh Good Will Hunting, malah tidak berlebihan kalau aku mengatakan semua aktor di sini tampil pada peak performancenya. Matt Damon dan Ben Affleck sebagai pendatang baru di kancah perfilman Hollywood benar-benar full dalam berakting di film ini. Film ini bahkan bisa dibilang sebagai film dengan penampilan terbaik mereka! Robin Williams seperti biasa tampil secara superb dalam film-film drama seperti ini. Penampilannya di film ini nyaris seimbang dengan apa yang pernah ia tampilkan beberapa tahun sebelumnya ketika ia berperan ganda di Mrs Doubtfire. Dua pemain penting lain seperti Minnie Driver dan Stellan Skarsgard pun berhasil menghidupkan karakter mereka masing-masing walau tidak sekuat ketiga karakter yang paling berperan di atas.

Good Will Hunting adalah film yang mengajarkan pada kita apa artinya untuk menjadi diri sendiri, tanpa menyia-nyiakan bakat yang pernah diberikan Tuhan kepada kita. Film ini juga mengajarkan pad kita untuk memandang ketulusan persahabatan dan cinta, tanpa perlu memandang orang yang memberikannya pada kita. Hal terakhir sekaligus yang terpenting adalah pentingnya sebuah kepercayaan dalam hidup seseorang. Sebuah film dengan rajutan tema persahabatan, cinta, dan kepercayaan tanpa standard plot Hollywood.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar