Selasa, 01 November 2011

Fireproof

Pemain: Kirk Cameron (Caleb Holt), Erin Bethea (Catherine Holt), Ken Bevel (Michael Simmons), Harris Malcom (John Holt), Phyllis Malcom (Cheryl Holt), Blake Bailey (Stephanie Mills), Walter Burnett (Dr. Anderson), Bill Stafford (Mr. Rudolph)
Sutradara: Alex Kendrick
Genre: Drama
Durasi: 1 jam 58 menit
Release: September 2008

Adalah Kendrick bersaudara dari Gereja Baptis Sherwood di Albania, Georgia, AS yang menulis naskah Fireproof. Gereja ini memiliki pelayanan di bidang pembuatan film dan Alex Kendrick adalah pendeta yang mengepalai bagian media di gereja tersebut. Budaya film telah mempengaruhi banyak penduduk Amerika sehingga mendorong Alex untuk menggunakannya sebagai media pekabaran Injil.


Fireproof merupakan film ketiga Alex Kendrick. Dua sebelumnya adalah "Flywheel" (2003) dan "Facing the Giants" (2006) yang secara mengejutkan masuk jajaran film box office meskipun diproduksi dengan biaya rendah.

Kisah Fireproof berpusat pada kehidupan seorang petugas pemadam kebakaran bernama Caleb Holt (Kirk Cameron) dan istrinya Catherine (Erin Bethea) yang telah dinikahinya selama 7 tahun. Sebagai keluarga tanpa anak, keduanya begitu sibuk dengan pekerjaan dan karir masing-masing. Pernikahan yang awalnya begitu manis kemudian mulai timbul percikan-percikan api. Caleb merasa tidak dihormati oleh istrinya sedangkan Catherine merasa Caleb kurang perhatian, dan terobsesi memiliki kapal sampai sepertiga gajinya ditabung khusus untuk mewujudkan impiannya itu.

Perbedaan pendapat pun semakin memuncak dan akhirnya berujung kepada tuntutan Catherine untuk minta cerai. Orangtua Caleb yang pernah mengalami masa-masa seperti ini kemudian datang menjadi penasihat dan sang ayah, John Holt (Harris Malcom) menantang Caleb untuk menerapkan prinsip-prinsip hubungan cinta selama 40 hari yang dinamakan "The Love Dare". John memberikan sebuah buku yang di dalamnya juga dilengkapi ayat-ayat Alkitab.

Baru memulai beberapa hari, Caleb merasa tidak sanggup meneruskannya karena selalu ditolak dan setiap kali ia menelepon ayahnya, Caleb kembali disemangati untuk tetap melanjutkan tantangan itu. Suatu hari ketika Caleb memberikan surprise makan malam yang romantis buat istrinya, bukannya ucapan terima kasih yang diterima tapi sebaliknya perkataan yang menyakitkan. "I don't love you!" kata istrinya, dan keesokan harinya Caleb mendapati surat cerai untuk ditandatangani.

Sementara Catherine yang bekerja sebagai humas sebuah rumah sakit menemukan pelarian pria idaman lain, seorang dokter muda yang sangat perhatian pada masalah-masalah yang dialami Catherine. Semakin hari hubungan keduanya semakin dekat dan sang dokter sangat tahu bagaimana memperlakukan seorang wanita.

Caleb yang semakin frustrasi, tetap mencoba untuk bertahan dalam kesetiaan janjinya. "Bagaimana aku bisa mencinta seseorang yang terus saja menolak aku?" tanya Caleb pada ayahnya. John menjelaskan, bahwa ini juga yang dirasakan Tuhan saat orang-orang menolak kasihNya. Yesus dihina, dianiaya, diludahi bahkan mati di kayu salib. Nasihat berharga ini mengubah pemikiran Caleb dan membuatnya bertekad mengambil komitmen baru untuk menjadi seorang Kristen sejati. Caleb telah belajar apa artinya cinta yang sejati.

Sekarang, apakah terlambat baginya untuk menyelamatkan pernikahannya? Instingnya sebagai petugas pemadam kebakaran bergerak cepat, "Aku harus menyelamatkan pernikahanku." Ini tugas terberat bagi Caleb dibandingkan menyelamatkan seseorang keluar dari kobaran api.

Perjuangan Caleb di antara kobaran api di tengah kebakaran hebat dan komitmennya untuk mempertahankan pernikahannya yang di ujung tanduk dipadukan dengan baik dalam film ini. Dan seperti dapat diduga serta menjadi harapan semua penonton, keteguhan Caleb akhirnya berhasil menyelamatkan pernikahannya dan Catherine kembali dalam pelukannya. Dengan penyertaan Tuhan, Caleb bukan saja berhasil menyelesaikan tantangan selama 40 hari dari buku ayahnya bahkan telah melewatinya hingga hari ke-43 dan memenangkannya.

Namun cerita belum berakhir, buku "The Love Dare" yang diberikan kepadanya ternyata bukan ditulis ayahnya, seperti disangka oleh Caleb sebelumnya. Buku tersebut ternyata adalah ditulis oleh ibunya ketika ayahnya hendak meninggalkan dia. Tak menduga dengan kenyataan ini, Caleb segera meminta maaf pada ibunya karena telah berprasangka buruk dan berlaku kasar padanya. Pemulihanpun terjadi di antara mereka.

Film ini mengajarkan banyak hal kepada kita, khususnya kepada pasangan menikah. Untuk dapat mengasihi dengan tulus, kita membutuhkan Yesus. Manusia dapat mengecewakan kita, tapi dengan kasih dariNya kita tidak akan pernah berhenti untuk mengasihi walaupun kita menerima perlakuan sebaliknya. (Hartono Tj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar